Jus Buah

Kesehatan manusia dapat diperoleh dengan mengkonsumsi buah-buahan, karena di dalam buah-buahan mengandung vitamin dan mineral, serat makanan, zat-zat phytochemical yang diperlukan tubuh. Tanpa vitamin dan mineral, proses pemanfaatan zat gizi yang dikonsumsi tidak dapat optimal. Tanpa serat makanan buang air besar tidak lancar.  Phytochemical antara lain merupakan anti oksidan yang sangat penting untuk tubuh dan mempunyai pengaruh untuk kesehatan.


Pola makanan empat sehat lima sempurna sebisa mungkin harus dipenuhi oleh masyarakat umum untuk menjaga kesehatan dan terpenuhinya gizi. Salah satu komponen dari empat sehat lima sempurna adalah buah-buahan yang dapat digunakan sebagai pelengkap makanan atau pencuci mulut. Namun kebanyakan orang belum memiliki pengetahuan yang lebih tentang buah-buahan yang dikonsumsinya. Apabila dikaji lebih lanjut buah-buahan memiliki kandungan zat yang dapat digunakan oleh manusia untuk melakukan terapi terhadap penyakit.
Beberapa kandungan yang terdapat dalam buah dan sayuran antara lain :
a.    Vitamin
Vitamin tidak memberikan kalori, seperti karbohidrat, protein dan lemak. Selain itu, vitamin pun tidak ikut meyusun jaringan
tubuh manusia. Tanpa vitamin, proses metabolisme makanan tidak dapat berjalan.
Dalam bahan makanan pun kandungan vitaminnya berbeda-beda. Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral adalah buah dan sayur. Umumnya vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air.
1.    Vitamin yang larut dalam lemak, vitamin yang larut dalam lemak terdiri atas vitamin A, D, E, dan K
2.    Vitamin yang larut dalam air, vitamin yang larut dalam air diantaranya adalah vitamin B kompleks dan vitamin C.
b.    Mineral
Mineral sangat penting dalam tubuh. Di dalam tubuh setiap sel memiliki cairan, cairan tersebut terdapat di dalam dan di luar sel dengan sedikit elektrolit-elektrolit di dalam selaput sel dan pada cairan luar. Elektrolit tersebut berkoordinasi dalam mentransfer zat gizi dalam sel dan mengumpulkan sisa-sisa pembakaran dalam sel ke luar tubuh. Oleh karena itu, kekurangan mineral kronis dapat menganggu kesehatan.
c.    Phytochemical
Phytochemical merupakan bahan kimia yang berasal dari tanaman. Phytochemical  telah menarik perhatian para ilmuan dan telah diteliti karena potensinya untuk kesehatan manusia. Tubuh tanaman sendiri menghasilkan zat Phytochemical untuk mempertahankan diri dari serangan virus dan bakteri. Beberapa contoh dari Phytochemical antara lain : Karotenoid, Phytoestrogen dan Polifenol.
d.    Serat Makanan
Di dalam buah dan sayur terdapat serat makanan. Serat makanan termasuk kategori zat non-gizi. Sayur dan buah-buahan merupakan sumber serat pangan yang baik. Kandungan serat makanan pada buah 0,5-5 gram dalam 100 gram berat buah. Namun, kandungan serat makanan dalam sayur lebih bnyak daripada kandungan serat makanan dalam buah.
Jumlah buah-buahan atau sayur yang harus dikonsumsi sehari pada pola makanan  sehat minimal lima porsi buah dan sayur, yaitu dua porsi buah dan tiga porsi sayur. Besarnya satu porsi buah adalah satu buah ukuran sedang (sekitar 100 gram), sedangkan besarnya satu porsi sayur adalah satu mangkuk sayuran (sekitar 100 gram). Buah dan sayuran tersebut tidaklah cukup jika dikonsumsi secara langsung, untuk menyiasatinya dapat diproses atau diubah menjadi sebuah jus.

Tags: , ,

No comments yet.

Leave a Reply